Ingria Pratama Capitalindo

Pasar properti Indonesia telah menjadi sorotan akhir-akhir ini, terutama dalam konteks kenaikan harga rumah yang signifikan. Fenomena ini mengundang perhatian banyak pihak, baik mereka yang tertarik dalam investasi properti maupun individu yang berjuang untuk memiliki tempat tinggal. 

Anda tentu cukup sering menemukan berita atau pembicaraan di media sosial tentang semakin kecilnya kemungkinan memiliki rumah, terutama untuk generasi milenial, gen Z dan seterusnya. Artikel ini akan mengulas lebih dalam tentang naiknya harga rumah, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta dampak yang ditimbulkan.

Tren Kenaikan Harga Rumah di Indonesia

Tren kenaikan harga rumah di Indonesia telah menjadi perbincangan hangat. Banyak kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, telah mencatat peningkatan harga properti yang mencolok dalam beberapa tahun terakhir. 

Program rumah subsidi yang digulirkan pemerintah untuk meningkatkan angka kepemilikan rumah oleh masyarakat ternyata tak luput dari kenaikan. Oleh karena itu, mereka yang memenuhi syarat untuk membeli rumah subsidi dianjurkan segera melakukan pembelian sebelum harganya terus merangkak naik. 

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Rumah

Terdapat beberapa faktor yang berkontribusi pada tren ini, antara lain:

Permintaan yang Tinggi 

Pertumbuhan populasi dan urbanisasi terus mendorong permintaan akan rumah dan properti. Permintaan yang tinggi ini dapat mendorong peningkatan harga rumah karena ketersediaan yang terbatas.

Ketidaksesuaian Penawaran dan Permintaan

Pasokan rumah yang terbatas tidak selalu dapat mengimbangi permintaan yang meningkat. Ketidakseimbangan ini dapat mendorong harga naik. Sayangnya masih banyak generasi lama yang memiliki rumah lebih dari satu atau biasa juga dikenal dengan istilah menimbun properti. Hal ini turut berkontribusi pada naiknya harga rumah dan properti lain. 

Biaya Konstruksi dan Bahan Bangunan

Kenaikan biaya konstruksi dan bahan bangunan juga dapat mempengaruhi harga rumah. Jika biaya untuk membangun atau merenovasi properti meningkat, maka ini juga akan tercermin dalam harga jualnya.

Ini adalah salah satu alasan utama harga rumah subsidi ikut naik. Sebab meskipun ada label subsidi, pemerintah dan developer yang mengembangkan rumah-rumah tersebut tentu tetap ingin memberikan kualitas yang baik.

Faktor Ekonomi dan Kestabilan Politik 

Kondisi ekonomi dan politik suatu negara dapat berpengaruh pada harga properti. Ketidakpastian ekonomi atau politik dapat membuat investor cenderung mencari perlindungan dalam bentuk properti, yang pada gilirannya dapat mendorong harga naik. Nampaknya alasan ini pula lah yang terjadi di Indonesia.

Dampak Kenaikan Harga Rumah

Naiknya harga rumah berdampak cukup luas pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, terutama di sisi  ekonomi. Berikut adalah beberapa dampak yang dirasakan:

Akses Perumahan yang Sulit

Naiknya harga rumah dapat membuat akses terhadap perumahan yang layak semakin sulit bagi kalangan masyarakat dengan pendapatan menengah ke bawah. Kerap kali properti dengan harga yang masuk akal bagi kelas menengah ke bawah tersedia di daerah-daerah yang cukup jauh ke pusat perekonomian.

Investasi Properti yang Menarik

Bagi para investor, kenaikan harga properti seperti rumah dapat menjadi peluang untuk mendapatkan keuntungan dari apresiasi nilai properti. Sayangnya jika tidak dilakukan dengan pertimbangan yang matang investasi semacam ini dapat menjadi petaka tersendiri bagi industri properti.

Semakin Kecilnya Angka Kepemilikan Rumah Oleh Masyarakat

Naiknya harga rumah secara terus menerus tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan dan daya beli masyarakat. Tak heran jika angka kepemilikan rumah oleh masyarakat semakin rendah.

Strategi Menghadapi Kenaikan Harga Rumah

Literasi Keuangan

Masyarakat perlu diberdayakan dengan pengetahuan atau literasi keuangan yang baik agar dapat mengambil keputusan yang bijak terkait pembelian properti. Masyarakat juga sebaiknya dibuat semakin familiar dengan berbagai metode yang legal untuk membeli rumah.

Membeli Rumah Subsidi 

Masyarakat kelas menengah ke bawah perlu mempertimbangkan kemungkinan untuk membeli rumah subsidi. Apalagi kini semakin banyak rumah subsidi yang aksesnya cukup mudah, tak seperti image buruk rumah subsidi di tahun-tahun lampau yang selalu terletak sangat jauh dari perkotaan dan berbagai fasilitas publik. 

Ingria Group adalah salah satu yang menawarkan rumah subsidi di banyak kota besar di Indonesia. Rumah dibangun dengan bahan bangunan berkualitas, akses mobilitas warga juga selalu dipertimbangkan. 

Kesimpulan

Kenaikan harga rumah merupakan fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Meskipun dapat memberikan peluang bagi para investor, dampaknya terhadap akses perumahan dan ekonomi masyarakat juga tidak dapat diabaikan. Dengan pemahaman yang baik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi harga rumah, pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama untuk mengelola tren ini demi kesejahteraan masyarakat dan  keberlanjutan pasar properti yang seimbang.ken

Pasar properti Indonesia telah menjadi sorotan akhir-akhir ini, terutama dalam konteks kenaikan harga rumah yang signifikan. Fenomena ini mengundang perhatian banyak pihak, baik mereka yang tertarik dalam investasi properti maupun individu yang berjuang untuk memiliki tempat tinggal. 

Anda tentu cukup sering menemukan berita atau pembicaraan di media sosial tentang semakin kecilnya kemungkinan memiliki rumah, terutama untuk generasi milenial, gen Z dan seterusnya. Artikel ini akan mengulas lebih dalam tentang kenaikan harga rumah, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta dampak yang ditimbulkan.

Baca Artikel Lainnya